manajemen kelas

Nama : Rizky Cahyono

Nim : 12001253

MANAJEMEN KELAS

 

Weber W.A. (Azis 2011:5), mengartikan manajemen kelas sebagai “kompleks of teaching behavior of teacher afficient instruction” yang mengandung pengertian bahwa segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkansuasana belajar yang efektif dan menyenangkan serta memotivasi peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Johson dan Bany (Azis 2011:6), menguraikan bahwa manajemen kelas adalah merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah ; sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan seleksi dan kreatif.

Sementara Nawawi (Euis dan Donni 2014:6), menyatakan bahwa manajemen kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah.

Sulaem (Azis 2011:6), mengartikan manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam upaya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik mencapai tujuan belajar secara efisien atau memungkinkan peserta didik belajar dengan baik.

Uzer Usman (Nunuk dan Leo 2012:187) menyatakan bahwa pengelolaan kelas/manajemen kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.

Sementara Sulaiman (Azis 2011:6), mengartikan manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif yang menyenangkan serta dapat memotivasi peserta didik untuk belajar dengan baik sesuai kemampuan.

Arikunto (1996:67-68), menyatakan bahwa manajemen kelas/pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar-mengajar atau yang membantu dengan maksud agar tercapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.

Mulyasa (Euis dan Donni 2014:6), mengartikan manajemen kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran.

Manajemen berasal dari kata “management” yang artinya pengelola, yaitu proses penggunaan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif. Sedangkan pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan (Depdikbud, 1989).

secara umum manajemen atau pengelolaan menurut Arikunto (1998:2 Berikutnya mengenai manajemen kelas terdapat beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli pendidikan seperti yang ditulis oleh Elo Adam, cs (2001:6-7) yaitu :

a. Berdasar konsepsi lama dan modern

Menurut konsepsi lama, manajemen kelas diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Menurut konsepsi modern, manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas. Guru menurut konsepsi lama bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem organisasi kelas sehingga individu dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya, dan energinya pada tugas-tugasindividual (Lois V. Johnson dan Mry Bany, 1970).

b. Berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu (disarikan dari

 Wilford A. Weber, 1986) :Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disiplin (pendekatan otoriter)

2) Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi (pendekatan intimidasi)

3) Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan murid(pendekatan permisif)

4) Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas dengan mengikuti petunjuk/resep.

5) Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakandengan baik (pendekatan instruksional)

6) Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (pendekatan pengubahan tingkah laku)

7) Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (pendekatan penciptaan iklim sosio-emosional)

8) Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif (pendekatan sistem sosial)

Selanjutnya Suryosubroto (1997:48) menyatakan bahwa: “manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggungjawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal, sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.”

mendefinisikan manajemen kelas, antara lain :DR. Hadari Nawawi berpendapat bahwa manajemen kelas diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid. Dari uraian diatas jelas bahwa program kelas akan berkembang bilamana guru/wali kelas mendayagunakan secara maksimal potensi kelas yang terdiri dari tiga unsur yaitu ; guru, murid, dan proses atau dinamika kelas.

Johanna Kasin Lemlech, dalam bukunya Drs. Cecep Wijaya & Drs. A. Tabrani Rusyan mengatakan bahwa Manajemen kelas adalah orkestrasi kehidupan kelas: merencanakan kurikulum, mengatur prosedur dan sumber daya, mengatur lingkungan untuk memaksimalkan efisiensi, pemantauan kemajuan siswa, mengantisipasi potensi problems.

Menurut definisi ini, yang dimaksud dengan manajemen kelas adalah usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan kelas dimulai dari perencanaan kurikulumnya, penataan prosedur dan sumber belajarnya, pengaturan lingkungannya untuk memaksimumkan efisiensi, memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul.

oleh penanggung-jawab kegiatan belajar-mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapainya kondisi yang optimal, sehingga Dr. Suharsimi Arikunto berpendapat  Wijaya, A. Tabrani Rusyan, Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar( Bandung : Remaja Rosdakarya, 2002).

bahwa “manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.”

Drs. Syaiful Bahri Djamarah berpendapat bahwa “manajemen kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.”

Menurut Jones, sebagaimana yang dikutip oleh Yunan Danim

bahwa:Manajemen kelas adalah pembentukan orkestra dari komponen-komponen yang tak terhitung untuk memastikan lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman. Ini adalah alasan siswa untuk merasa cukup aman membagi pemikiran-pemikirannya, secara tertulis ataupun lisan. Manajemen kelas merupakan prosedur dan kegitan rutin tertentu yang dikembangkan dengan sengaja dan dengan kerjasama. Manajemen kelas adalah suatu bagian mengajar yang tidak pernah disempurnakan karena harus selalu diadaptasi

 Yunan Danim, Administrasi Sekolah. Imas Wati Saputri Da’i, “Keterampilan Pengelolaan Kelas Guru Pendidikan Agama Islam di agar sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan para murid dan guru. Inilah alasan siswa mengetahui bahwa belajar itu penting dan guru dapat mengajar dengan baik.

Jadi manajemen atau pengelolaan kelas merupakan suatu usahaMenurut Pidarta (1997:79.)seperti yang telah dikutip oleh Saiful Bakhri, mengatakan bahwa “Manajemen kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problem kelas. Ini berarti guru bertugas menciptakan, memperbaiki dan memelihara sistem/ organisasi kelas, sehingga anak didik dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya dan energinya pada beberapa tugas individualnya”.

 

kan manajemen kelas adalah suatu usaha yang

dilakukan penanggung jawab kegiatan belajar

mengajar apa yang membantu dengan maksud

agar dicapai kondisi yang optimal, sehingga

dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang

diharapkan. Muliyasa (2006) mendefinisikan

manajemen kelas merupakan keterampilan guru

untuk menciptakan iklim pembelajaran kondusif

dan mengendalikannya jika terjadi gangguan

dalam pembelajaran.”

Dari beberapa pendapat ahli di atas,