KARAKTERISITIK PESERTA DIDIK
Nama : Rizky Cahyono
Kelas: 4G PAI
NIM: 12001253
KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
Karakteristik peserta didik
adalah totalitas kemampuan dan perilaku yang ada pada pribadi mereka sebagai
hasil dari interaksi antara pembawaan dengan lingkungan sosialnya, sehingga
menentukan pola aktivitasnya dalam mewujudkan harapan dan meraih cita-cita. Karakteristik
peserta didik jadi salah satu variabel desain pembelajaran yang berkaitan sama
latar belakang siswa. Dengan begitu, pembelajaran bisa dirancang sesuai aspek
yang ada di diri siswa seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran,
dan ciri-ciri jasmani serta emosional mereka. Pemahaman karakteristik peserta
didik sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang perlu
dilakukan, dan assesmen yang tepat bagi peserta didik. Atas dasar ini
sebenarnya karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan
pendidik dalam melakukan seluruh aktivitas pembelajaran. Karakteristik peserta
didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif,
kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan
sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motoric. Agar Anda
memperoleh gambaran yang jelas tentang ragam karakteristik peserta didik
tersebu Pemahaman karakteristik peserta didik sangat menentukan hasil belajar yang
akan di capai, aktivitas yang perlu di lakukan, dan assesmen yang tepat bagi
peserta didik. Atas dasar ini sebenarnya karakteristik peserta didik harus
menjadi perhatian dan pijakan pendidik dalam melakukan seluruh aktivitas
pembelajaran.
Memang tidak semua anak didik
memiliki karakter yang baik. Dalam sebuah kelas bisa jadi ada berbagai
karakteristik peserta didik dari mulai yang paling menyenangkan hingga yang
paling tidak disenangi oleh orang banyak. Hal ini adalah sesuatu yang alamiah
karena peserta didik datang dari berbagai macam lingkungan dan dengan berbagai
macam pengalaman yang telah dilalui sehingga membentuk karakter dirinya. Guru
perlu menyikapi hal ini dengan baik, salah mengenali karakter dari peserta
didik akan menghambat proses belajar mengajar. Bisa jadi peserta didik akan
menjadi malas, tidak memperhatikan, atau bahkan tidak mengerjakan tugas apabila
sang guru tidak mampu memahami karakter siswa tersebut. Oleh karena itu,
mengenali dan memahami karakter dari peserta didik sangat penting untuk
dikuasai.
1. Menjadi Teladan untuk Perilaku Anak Didik
Sebaik-baiknya pelajaran adalah dengan menjadi teladan. Guru harus menjadi
sosok yang ditiru oleh peserta didiknya. Siswa akan lebih mudah menyerap
pengetahuan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk contoh.
Begitu juga dengan karakter yang baik. Hal tersebut mengharuskan guru untuk
menjadi teladan perilaku baik bagi anak didik, sehingga siswa mampu mencontoh
hal baik tersebut. Tujuannya adalah supaya peserta didik mampu berkarakter baik
dari contoh yang setiap hari dilihatnya yaitu guru.
2. Senantiasa Mengevaluasi Diri
Sebelum mengenali karakteristik peserta didik, ada baiknya seorang guru
mengenali dan mengevaluasi dirinya sendiri terlebih dahulu. Jangan sampai
ketika terjadi kasus siswa meninggalkan kelas, malas-malasan dalam belajar,
berisik di dalam kelas, lantas dengan mudahnya guru langsung menyalahkan siswa
sebagai penyebab kesalahannya. Guru harus terlebih dahulu mengevaluasi dirinya
sendiri, jangan-jangan ada yang salah dalam cara mengajarnya, yang membuat
siswa tidak betah dan tidak fokus untuk belajar di dalam kelas.
3. Memahami Lingkungan Sekitar Anak
Ada dua hal yang membentuk
karakteristik seorang anak, yaitu lingkungan sekitar dan pengalaman yang ia
alami sebelumnya. Lingkungan sekitar anak sangat berpengaruh terhadap karakter
yang dimilikinya. Bisa saja seorang siswa tumbuh besar di keluarga yang broken
home dan kerap mengalami kekerasan dalam rumah, mengakibatkan ia tidak mampu
fokus dan berkonsentrasi di sekolah karena perlakuan di rumah. Ada juga kasus
anak yang besar di lingkungan pekerja kasar, sehingga ia biasa mendengar
perkataan kasar dan kotor, sehingga ia sering berkata-kata kasar dan kotor di
sekolah. Hal-hal inilah yang perlu guru pahami terlebih dahulu untuk mengenali
karakteristik peserta didik yang ditangani.
4.Mengenali Peserta Didik Lebih Dalam
Pengertian lebih dalam di sini adalah bukan hanya sekedar mengetahui siapa
orang tuanya, keluarganya seperti apa, dan lain sebagainya. Tetapi merupakan
akumulasi dari proses panjang dari memahami bagaimana karakter tersebut
bisa terbentuk. Mengetahui hubungan antara detail-detail informasi serta
pengalamannya dan hubungannya dengan karakteristik peserta didik tersebut saat
ini adalah hal yang sangat baik untuk dikuasai seorang guru.
5. Lakukan Pendekatan Psikologis
Banyak metode yang dapat digunakan untuk melakukan sebuah pendekatan psikologis
pada siswa. Hal ini bisa dilakukan dengan mewawancarai, bertanya tentang
hal-hal yang penting dan dekat dengan anak, atau berdiskusi tentang hal-hal
yang menarik bagi anak. Guru juga bisa memberikan solusi dalam pembelajaran
atau hal-hal lainnya yang menjadi masalah di sekolah bagi anak. Metode klasik
seperti ceramah dan tanya jawab pun bisa guru gunakan untuk melakukan
pendekatan psikologis bagi peserta didik. Dari hal-hal tersebut, guru akan
lebih mendapat banyak respon dan informasi untuk mengetahui karakteristik
peserta didik yang diampunya.
6. Perlakukan Siswa dengan Adil
Satu kelas bisa berisi banyak anak dengan latar belakang yang berbeda-beda
pula. Cobalah untuk memperlakukan mereka dengan adil. Tanpa membeda-bedakan
suku, ras, agama, dan golongan. Jangan pernah berikan perlakuan yang berbeda
satu sama lain, kecuali dalam hal-hal khusus yang memang merupakan
kebutuhannya. Adil tidak berarti sama rata, tetapi memberikan sesuatu sesuai
porsinya dan bijaksana. Hal tersebut dapat meninggalkan kesan positif dan
memperkuat hubungan guru dengan murid, juga hubungan antara sesama murid dalam
satu kelas. Semangat kebersamaan dan kebaikan juga dapat ditingkatkan dengan
hubungan yang baik dan perlakuan yang adil bagi masing-masing siswa dalam
kelas.